Teropongistana.com Lebak – Aktivitas tambang batu bara ilegal di Kampung Cibobos, Desa Karang kamulyana, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, akhirnya merenggut korban jiwa. Seorang penambang bernama Uci, warga Desa Cidahu, tewas tersengat listrik pada 31 Juli 2025 saat bekerja di salah satu lubang tambang yang diketahui milik seorang bernama Uming.
Tragedi ini memperkuat dugaan adanya pasokan listrik dari PLN yang dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan tambang ilegal. Namun hingga kini, tidak ada satu pun pihak PLN yang memberikan klarifikasi tegas. Justru yang muncul adalah sikap saling lempar tanggung jawab antar unit.
Saat dikonfirmasi pada 22 Juli 2025, Ikbar Nugraha dari bagian umum, keuangan, dan komunikasi UP3 Banten menyatakan bahwa pihaknya hanya “sebatas Polres”, dan meminta agar klarifikasi dimintakan ke UID Banten.
Namun saat insiden terjadi, UP3 Banten yang diwakili oleh Maman dari bagian umum hanya merespons singkat: “Terima kasih atas infonya, nanti akan kami sampaikan ke pimpinan.”
Tak berhenti di situ, pada 1 Agustus 2025, awak media menyambangi kantor UID Banten di Jalan Sudirman, Kota Tangerang. Di sana, hanya petugas keamanan bernama Herman yang memberikan pesan dari pihak manajemen: “Itu wilayah Lebak, jadi minta tanggapan ke Manager UP3 Banten saja.”
Ketua Jaringan Siber Media Indonesia (JMSI) Kabupaten Lebak sekaligus Ketua Umum Forum Wartawan Solid (FWS), Aji Rosyad, menyayangkan sikap PLN yang dianggap tidak bertanggung jawab atas dugaan serius tersebut.
