Lebih lanjut, ia menegaskan, Tidak ada toleransi untuk oknum seperti ini, Copot dan Pidanakan, karena telah merenggut korban jiwa.

Ia menambahkan, Pihak Polres harus bisa menindak dengan tegas agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kejadian seperti yg menimpa hari ini.

“Polres Lebak jangan selalu membela oknum yg jelas melanggar, ingat tanah tersebut tanah Perhutani berarti antara Pengusaha tambang, Perhutani dan, PLN bekerja sama secara korporasi melakukan Pelanggaran undang-undang minerba serta ikut bersama sama melindungi atau bekerja sama dengan Pelanggar.” tegasnya

Di tempat yang sama hal serupa, Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Lebak, Fak Fuk Tjhong yang kerap disapa Koh Uun, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terhadap Pejabat PLN UP3 Banten Selatan, Karena membiarkan aliran Listrik tersalur ke tambang batubara ilegal tersebut, Kemudian ia menduga adanya korporasi pihak PLN dan Penambang.

“Maka dari itu, Saya mendesak dan menuntut oknum para pejabat PLN yang terlibat dalam kasus ini harus di usut dan di proses secara hukum dan segera mundur dari jabatan nya,” tegasnya.

Dalam aksinya, Fak Fuk Tjhong juga membentangkan bendera kuning yang menandakan Pihak PLN UP3 Banten Selatan telah Mati dalam menyikapi Kejadian ini.

“Saya kira, Sekarang ini PLN adalah singkatan dari Pejabat Laknat Negara, Sebab bagi kami mereka adalah pecundang,” ungkapnya dalam nada lantang

Aksi ini bukan ini saja, sambung Tjhong, Kami akan mengadakan aksi selanjutnya dengan masa yang lebih banyak lagi, jika Pihak dari PLN tidak bisa menemui kami

“Tunggu dalam aksi selanjutnya, Kalo memang aksi kami ini tidak berarti apa-apa, kami akan adakan aksi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mendesak Mentri BUMN, Dirjen BUMN turun, untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi tambang batubara ilegal yang di pasok oleh PLN UP3 Banten Selatan,” pungkasnya. (David)