Teropongistana.com Banten – Polemik galian tanah ilegal di Banten kembali menuai sorotan. Armada tronton bertuliskan “Cakra” dan “Gading” terpantau hilir mudik membawa tanah dari Kabupaten Lebak dan Serang menuju kawasan megaproyek PIK2, Tangerang Utara.
Investigasi lapangan menunjukkan, armada bertuliskan “Cakra” bernaung di bawah PT. Tunas Cakra Mandiri Sejahtera, sementara armada bertuliskan “Gading” berada di bawah PT. Pancur Gading Sejahtera. Lebih jauh, penelusuran di platform profesional LinkedIn mengungkap nama Joy Munthe sebagai Direktur PT. Tunas Cakra Mandiri Sejahtera.
Temuan ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan langsung perusahaan resmi dalam distribusi tanah ilegal yang telah berlangsung bertahun-tahun di jalur Kecamatan Rangkasbitung dan Curug Bitung (Lebak) hingga Kopo-Jawilan (Serang).
Seruan Kuntadi: Jangan Hanya Sopir yang Dikambinghitamkan
Aktivis Dari Aliansi Pegiat Banten Bersih Kuntadi mendesak aparat dan pemerintah agar segera Menindak tambang tanah ilegal dan Armada tersebut.
“Kini jelas perusahaan di balik armada Cakra dan Gading dapat ditelusuri. Nama direksi bahkan sudah muncul di ruang publik. Polisi dan instansi terkait harus berani menyasar ke level korporasi, bukan hanya pekerja lapangan,” tegas Kuntadi, Senin (25/8/2025).
