Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum Gerak 08, Revitriyoso Husodo, menilai prestasi olahraga Indonesia belum menunjukkan perkembangan signifikan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Menurutnya, meski Indonesia berhasil meraih dua medali emas di Olimpiade Paris 2024 melalui cabang panjat tebing dan angkat besi, serta ada peningkatan jumlah medali di ajang SEA Games, capaian tersebut belum mencerminkan lompatan besar dalam dunia olahraga nasional.

Baca Juga Kelangkaan BBM di SPBU non-Subsidi Korbankan Konsumen Sabtu, 20 September 2025
Kelangkaan Bbm Di Spbu Non-Subsidi Korbankan Konsumen

“Prestasi kita memang ada peningkatan, tapi jika dibandingkan Vietnam dan Thailand, kita masih tertinggal. Bahkan di Asian Games, Indonesia hanya menempati peringkat ke-13,” ujar Revitriyoso di Jakarta 23 September 2025.

Soroti masalah klasik olahraga nasional Revitriyoso menilai sejumlah persoalan masih menghambat kemajuan olahraga Indonesia, di antaranya: Kesejahteraan atlet belum optimal, termasuk minimnya penghargaan pasca berprestasi.

Proses pemilihan atlet dan pengurus olahraga kerap diwarnai kepentingan politik. Dualisme kepemimpinan di tubuh KONI yang mengganggu konsolidasi. Kementerian dan lembaga olahraga dinilai bekerja musiman, dengan anggaran terbatas.
Sarana dan prasarana pelatihan belum terpusat sehingga pembinaan atlet tidak fokus.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Revitriyoso menawarkan beberapa solusi: Peningkatan kesejahteraan atlet, termasuk pemberian reward berjenjang serta peluang diangkat menjadi PNS, sebagaimana pernah diterapkan di era Adiaksa Daud (2008) di Kaltim.