Tidak ada hal yang lebih terhormat selain berbicara benar.
Banten | Sejarah kebebasan berbicara lahir dari perlawanan terhadap penindasan. Dunia mencatatnya dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara (1789) di Prancis dan Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat (1791).

Di Indonesia, perjuangan itu mulai sejak kemerdekaan dan menemukan momentum besar pasca-Reformasi 1998. Namun, hingga kini jalan menuju kebebasan penuh selalu dibayangi ancaman: kriminalisasi lewat undang-undang, sensor halus lewat algoritma, dan tekanan kekuasaan yang tak pernah benar-benar reda.
Ketika media dibungkam dengan tangan besi penguasa, yang dikorbankan bukan sekadar kebebasan pers. Yang hilang adalah masa depan bangsa.

Penguasa yang haus kekuasaan, sibuk menumpuk keuntungan pribadi, menjadikan jurnalis target ancaman.
Padahal ancaman itu sejatinya ditujukan untuk membungkam suara rakyat.
Baca JugaDugaan Tindak Pidana Korupsi, Wagub Riau Dilaporkan ke Jampidsus KejagungSenin, 22 September 2025



