“Kita diam tapi bekerja, berbuat secara nyata. membuktikan kepada rakyat. Karena Indonesia ini sudah banyak dan tumpah ruah oleh kata-kata,” paparnya.
Farkhan menilai soal maju mundurnya organisasi bukan tergantung dari pengurus inti saja tetapi semua pengurus dan kader. Makanya harus ditanamkan dalam diri masing-masing bahwa di dunia politik diniatkan sebagai ibadah.

“BMI menjadi wadah untuk mendidik calon pemimpin muda yang punya karakter dan etika. Karakter tertinggi adalah mementingkan rakyat. Jadi BMI ini ruang bersama kita, semua adalah sahabat, tidak ada saling tikung, semua berkembang saling mendukung sesuai cita-cita kita,” katanya.
Sementara itu dalam sambutannya, Wamenaker Afriansyah Noor mengapresiasi kiprah BMI yang sudah menginjak periode kedua. Meski masih sangat namun mampu berkiprah dengan baik dalam memperkuat partai menuju kemenangan dan kejayaan di masa depan.
“Yang penting semangat dan mempunyai niat kuat, sabar, tulus dan ikhlas. Hal-hal itu yang harus dipegang dengan baik. BMI saya lihat semakin kuat,” tuturnya.
Wamenaker juga menyampaikan pentingnya kaderisasi dalam sebuah organisasi, termasuk di dalam BMI. Menurutnya, organisasi bukan sekedar nama dan ada pengurus di tiap daerah, namun kaderisasi sangat penting untuk regenerasi.

“Harapan saya BMI melakukan kolaborasi dengan seluruh elemen. Mempunyai komitmen memperkuat partai agar Partai Demokrat berjaya kembali di tahun 2029,” tegas dia.
Pendiri Partai Demokrat Prof Subur Budi Santoso memberi nasehat juga untuk para pengurus BMI. Menurutnya, BMI harus mampu meliat peluang, membaca situasi dan keadaan yang terjadi.

“Kemudian sebagai anak muda, harus selalu hormat dan belajar dengan menimba pengalaman kepada ibu para senior,” ujarnya
Dyt




