”Saya berhitung, lima tahun ke depan kita tidak hanya swasembada pangan. Tetapi juga menjadi eksportir pangan untuk dunia. Kita akan menjadi lumbung pangan dunia,” seru Jerry Hermawan Lo dengan lantang.
Ia mafhum benar, sedari dulu, negara tegas memberi ruang partisipasi kepada warga negara yang mampu dan memiliki komitmen untuk turut serta dalam pembangunan. Tidak terkecuali dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan, yang butuh solusi jitu dan peran serta banyak pihak.

Ditanya tentang visi dan misi besar JHL Foundation mencetak 1.000 sarjana pertanian, Jerry Hermawan Lo tegas mengaitkannya dengan kondisi riil Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah.
”Sayangnya, lahan-lahan pertanian yang sangat luas ini masih belum digarap dengan baik. Bahkan, salah dalam mengelolanya. Belum lagi, banyak anak muda yang tidak mau menjadi petani. Karena hidup petani saat ini masih jauh dari sejahtera,” cetusnya.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr. Ir Jamaluddin Jompa, M.Sc menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan JHL Merah Putih Kasih atas pemberian 100 bea siswa untuk mahasisa Unhas.
“Kisah hidup seorang Jerry Hermawan Lo sungguh sangat inspiratif ” tukasya.
Mahasiswa Asal Rampi Mendapat Bea Siswa
Atas rekomendasi PT. Kalla Arebamma, mahasiswa asal Rampi mendapat alokasi bea siswa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih sebanyak 50 orang. Dari 100 bea siswa yang diterima Unhas. Secara simbolik 50 bea siswa tersebut diterima dengan diwakili oleh Herman Lasoru, Tokey Tongko Majelis Adat Rampi.
Rampi adalah sebuah kecamatan sangat terpencil dan terisolir terletak di Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, luas 1.565,66 km2, dan terdiri enam desa, yaitu Onondowa, Sulaku, Leboni, Tedeboe, Dodolo, dan Rampi, jumlah penduduk sebanyak 3.164 jiwa, terdiri 1.600 laki-laki dan 1.464 perempuan, dengan tingkat kepadatan penduduk 2 jiwa/km2.

Secara geografis, Rampi terletak di kawasan pegunungan Kambuno, dengan jalan menanjak setinggi 2000 meter dari Masamba. Kemudian menurun sekitar 1000 meter. Topografi yang berbukit-bukit membuat pembangunan infrastruktur jalan menjadi sulit dan buruk, dengan aksesibilitasnya terbatas. Hal ini telah menyebabkan fasilitas jalan eksisting sangat tidak memadai – sulit dilalui – hanya bisa dijangkau dengan moda transportasi tertentu seperti kendaraan khsusus atau bahkan melalui jalur sungai.
Jarak dari Desa Onondowa yang menjadi Ibukota Rampi, menuju Masamba kira-kira 86 km, dengan akses jalan yang ekstrem sulit dijangkau. Karena letaknya yang terpencil, Rampi memiliki sarana dan fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. 1 (satu) Puskesmas di Desa Sulaku, dengan 3 (tiga) Puskesmas Pembantu yaitu; Pustu Leboni, Pustu Onondowa, Pustu Tedeboe, serta 2 (dua) Poskesdes Dodolo dan Poskesdes Rampi. Listrik non PLN hanya memiliki 715 pelanggan.




