Teropongistana.com, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan, adanya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren biar  santri tak lagi sekadar numpang di bawah Direktorat Pendidikan.

Alasannya jelas. Pesantren jumlahnya bejibun – lebih dari 42 ribu, dengan santri hampir 11 juta jiwa. Bayangkan, angka sebesar itu kalau dipakai untuk pemilu bisa bikin partai baru dan langsung parliamentary threshold. Jadi, wajar kalau negara merasa perlu memberi “kursi” kelembagaan yang lebih besar.

Pesantren, Ibu Kandung Republik

Dalam uraiannya saat Dialog Media dengan tajuk Pesantren dan Kehadiran Negara di Antara Heritage  Center yang digelar Biro Humas Kemenag, (25/9/2025), Romo Syafii bilang pesantren adalah “ibu kandung” Republik. Kalau benar, berarti selama ini negara agak kurang ajar: anaknya sudah gede, ibunya malah dititipkan ke tetangga bernama Direktorat Pendidikan. Terlalu…!

Iklan

Dengan adanya Dirjen Pesantren, ibu kandung ini akhirnya bakal punya kamar sendiri. Tinggal nanti kita lihat. Apakah kamarnya dipenuhi kitab kuning atau melulu proposal anggaran?  Tapi itu soal lain lah.

Antara Ideal dan Realitas

Romo mengimbuhlan, Kemenag juga katanya akan mengusung nilai MABRUR: Melayani, Amanah, Berintegritas, Responsif, Unggul, dan Ramah. Indah sekali jargonnya. Agak mirip brosur biro perjalanan umrah yang biasanya menambahkan bonus air zamzam 5 liter.