“Semenjak ada genset ini, alhamdulillah urusan ibadah bisa berjalan. Penyebaran informasi juga sudah terlaksana. Kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih,” katanya.
Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menyebut genset menjadi penopang utama aktivitas warga sembari menunggu pemulihan jaringan listrik secara permanen.
“Dengan adanya genset ini, masyarakat tetap mendapat penerangan sementara sebelum instalasi listrik PLN selesai diperbaiki. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan seluruh pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, mengatakan genset sangat membantu wilayah yang masih terisolasi.
“Genset kami manfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang masyarakat merasa lebih aman,” tuturnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa secara sistem, kelistrikan Aceh telah kembali terhubung. Namun, tantangan masih terjadi pada jaringan distribusi, khususnya di wilayah dengan akses terbatas dan infrastruktur rusak.
“Secara tegangan tinggi sudah terhubung, tetapi jaringan rendah masih ada yang belum bisa dimasuki. Atas arahan Bapak Presiden, kami bersama PLN menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara bagi masyarakat,” ujar Bahlil saat pelepasan bantuan genset di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Ia menambahkan, bantuan tersebut difokuskan ke wilayah terdampak berat seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan sejumlah daerah lainnya di Aceh.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama perusahaan.
“Sejak awal, PLN bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan masyarakat tetap mendapat akses listrik, baik melalui pemulihan jaringan maupun penyediaan sumber listrik sementara,” kata Darmawan.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang turun langsung mengawal distribusi genset, menyatakan bahwa PLN terus mengerahkan personel dan berkoordinasi lintas sektor di lapangan.
“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, listrik adalah denyut kehidupan. Bantuan genset ini menjadi jembatan sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan, sembari tim PLN memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap hingga kembali andal,” ujarnya.
Sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, serta berbagai pihak menjadi kunci menjaga terang tetap menyala bagi masyarakat Aceh. Kehadiran genset bukan sekadar mesin pembangkit, melainkan penopang kehidupan sementara, hingga listrik kembali pulih sepenuhnya dan Aceh bangkit pascabencana.
