Teropongistana.com Sukabumi – Pengurus KNPI Sukabumi, Billy John Pagara, menyoroti mandeknya dampak nyata regulasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kemitraan dan Bina Lingkungan (TJSPKBL) di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, regulasi yang sudah beberapa kali mengalami perubahan itu hingga kini belum menunjukkan hasil konkret bagi masyarakat sekitar perusahaan.
Billy menilai persoalan utama bukan pada kekurangan aturan, melainkan pada lemahnya tata kelola dan minimnya transparansi. Ia menyoroti kinerja tim fasilitasi dan forum CSR yang dinilai tidak terbuka dalam pengelolaan anggaran. Masyarakat, kata dia, sama sekali tidak memiliki akses informasi terkait besaran dana CSR, alokasi, maupun realisasi penggunaannya.
“Selama ini publik tidak pernah tahu berapa sebenarnya dana CSR yang masuk dan digunakan untuk apa. Aksesnya tertutup, informasinya kabur. Ini jelas bermasalah,” tegas Billy.


