Dandim menekankan sejumlah poin penting yang wajib dipatuhi oleh seluruh petugas dapur MBG. Salah satunya adalah penggunaan bahan makanan yang harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

“Tidak boleh ada bahan makanan yang kedaluwarsa, tidak boleh asal substitusi, dan tidak boleh mengurangi kualitas,” katanya dengan tegas.

Selain itu, aspek kebersihan dapur juga menjadi perhatian utama dan tidak bisa ditawar.

“Kebersihan dapur adalah harga mati, karena satu kelalaian kecil bisa berdampak besar pada kesehatan anak-anak,” lanjutnya.

Terkait pendistribusian makanan, Dandim menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kesesuaian jumlah agar seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya.

“Distribusi harus tepat waktu dan sesuai jumlah. Jangan sampai ada yang kurang, apalagi tidak menerima,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa setiap petugas wajib memahami SOP secara menyeluruh, bukan hanya menjalankan perintah tanpa pemahaman.

“Petugas wajib memahami SOP, bukan hanya menjalankan perintah. Kalau ragu, tanyakan. Kalau tidak paham, minta penjelasan. Jangan mengambil keputusan sendiri di luar aturan,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh petugas dapur MBG Yayasan Amanah Permas Agung untuk segera melakukan pembenahan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Saya minta kepada seluruh petugas, perbaiki sikap kerja, perbaiki disiplin, dan perbaiki koordinasi mulai hari ini. Kesalahan kemarin kita jadikan pelajaran, bukan pembiasaan,” katanya.

Dandim menambahkan bahwa jajaran Kodim 0603/Lebak akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pelaksanaan Program MBG di wilayahnya.

“Pengawasan ini bukan untuk menekan, tetapi untuk menjamin program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup arahannya, Dandim kembali mengingatkan esensi utama dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Ingat, yang kita layani bukan hanya program, tetapi anak-anak bangsa. Mari kita bekerja dengan hati, tanggung jawab, dan integritas,” pungkasnya.