Teropongistana.com Serang – Ormas Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten mengeluarkan seruan tegas dan tajam kepada Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta seluruh Kepolisian Resor (Polres) di seluruh wilayah provinsi untuk segera melaksanakan razia Minuman Alkohol Berbahaya (Miras) secara masif, berkelanjutan, dan tanpa kompromi. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris KITA Provinsi Banten Egi Hendriawan.

“KITA tidak hanya mengimbau, tetapi juga mengkritik kondisi yang selama ini terjadi di Banten, dimana miras masih saja beredar liar dan menjadi sumber penyakit sosial yang merusak tatanan masyarakat,” kata Sekertaris DPW Ormas KITA Provinsi Banten Egi Hendriawan, Senin (23/2/2026)

Baca Juga Komisi I DPR Dukung Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Jumat, 20 Februari 2026
Komisi I Dpr Dukung Pengiriman Pasukan Tni Ke Gaza

“Bulan Ramadhan adalah momen suci yang seharusnya kita isi dengan ibadah, kebaikan, dan silaturahmi. Namun sayangnya masih terlihat penjual miras di Banten danmengganggu ketentraman – menjadikan orang mabuk-mabukan di jalanan, memicu tawuran antar pemuda, dan bahkan menjadi pemicu tindakan kriminal yang keji. Ini adalah aib besar bagi kita semua! Oleh karena itu, kami tidak hanya mendorong, tetapi menuntut Polda dan seluruh Polres di Banten untuk melakukan razia secara maksimal dan tanpa pamrih!” sambung Egi dengan nada yang kuat.

Ia menegaskan bahwa langkah razia tidak boleh hanya sebatas ritual tahunan atau cuma-cuma. Tindakan penindakan harus menyentuh akar masalah menangkap tidak hanya mereka yang mengkonsumsi secara ilegal, tetapi juga jaringan pengedar dan pedagang yang dengan tega menjual racun ini kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa.

“Kita tidak bisa lagi bersikap pasif! Razia harus menyentuh setiap titik penjualan gelap, setiap gudang penyimpanan, dan setiap jalur distribusi miras. Selain penindakan yang tegas, edukasi harus dilakukan secara masif karena masyarakat harus paham bahwa miras bukan sekadar minuman biasa, melainkan racun yang merusak kesehatan fisik dan mental, bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya kita yang luhur, serta mampu menghancurkan masa depan keluarga dan bangsa!” tambahnya dengan nada yang menegangkan.

Menurutnya, selama ini upaya penanganan miras di Banten masih terkesan setengah hati dan tidak menyeluruh, sehingga masalah ini terus berlanjut dan bahkan semakin merajalela. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung, terutama menjelang Ramadhan yang harus menjadi bulan yang penuh berkah dan kedamaian.