“Kita sudah bosan melihat berita tentang konflik yang dipicu oleh mabuk-mabukan, keluarga yang hancur karena salah satu anggotanya kecanduan miras, atau anak muda yang masa depannya terpuruk gara-gara minuman keras ini. Polda dan Polres harus menunjukkan eksistensi mereka sebagai penjaga keamanan dan ketertiban – buktikan bahwa kalian mampu membersihkan Banten dari racun yang satu ini!” tegasnya.
Ormas KITA Provinsi Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga tokoh pemuda, untuk bergandeng tangan dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya penindakan miras selama Ramadhan dan setelahnya. Kolaborasi yang erat dan tanpa batasan dipercaya akan membuat gerakan ini lebih efektif dan mampu menjangkau setiap sudut Provinsi Banten.
“Kerjasama yang erat antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Jangan ada lagi yang bersikap acuh tak acuh atau bahkan membantu menyembunyikan pelaku. Mari kita bersama-sama menjaga bulan Ramadhan tahun ini agar benar-benar penuh berkah, damai, dan bebas dari pengaruh miras yang menghancurkan! Banten harus bangkit dan menunjukkan bahwa kita bisa menjadi provinsi yang bersih dari racun minuman keras!” pungkasnya dengan semangat yang membara.
Sampai saat ini, pihak Polda Banten belum mengumumkan jadwal dan skala razia miras yang akan dilakukan menjelang Ramadhan. Namun, dengan seruan yang tegas ini, masyarakat Banten menantikan langkah konkret dan aksi nyata dari kepolisian untuk membersihkan provinsi dari ancaman miras.


