“Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan hari ini berbeda dengan masa lalu. Disinformasi, ujaran kebencian, dan fragmentasi sosial bisa menggerus persatuan jika masyarakat tidak memiliki pegangan nilai yang kokoh,” ujarnya.

Ahmad Fauzi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat daerah dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyebut bahwa kekuatan Indonesia justru bertumpu pada soliditas di tingkat akar rumput.

“Persatuan nasional itu dibangun dari daerah. Kalau masyarakat di tingkat bawah kuat memegang nilai kebangsaan, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh,” katanya.

Perhatian khusus turut diberikan kepada generasi muda yang dinilai berada di garis depan dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi harus diiringi dengan penguatan karakter kebangsaan.

“Jangan sampai generasi muda kita unggul secara teknologi tetapi lemah dalam komitmen kebangsaan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ucap Ahmad Fauzi.

Sepanjang kegiatan, respons peserta terlihat sangat positif. Forum berjalan hidup dengan interaksi yang konstruktif, namun tetap tertib. Tingginya antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan terhadap penguatan wawasan kebangsaan masih sangat relevan di tengah masyarakat.

Menutup kegiatan, Ahmad Fauzi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pemahaman yang diperoleh sebagai gerakan nyata di lingkungan masing-masing.

“Jangan berhenti pada forum ini. Jadikan Empat Pilar sebagai sikap hidup, bukan hanya bahan diskusi. Dari sinilah kekuatan bangsa kita akan terus terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga Kejari Batam Bagikan 400 Paket Takjil Jelang Magrib Kamis, 26 Februari 2026
Kejari Batam Bagikan 400 Paket Takjil Jelang Magrib

Kegiatan berakhir pada siang hari dengan suasana yang tetap tertib dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan momentum sosialisasi ini semakin memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan secara konsisten di tengah kehidupan bermasyarakat.