Teropongistana.com SERANG – Kasat Reskrim Polres Kabupaten Serang AKP Andi Kurniady menyatakan pihaknya telah menangani kasus dugaan pengerusakan gardu sekretariat PP PAC Pontang, pagar pribadi, serta bendera Ormas Pemuda Pancasila yang menimpa wiraswasta Dede Apendi. Menurut Andi, penyidik telah mengirimkan berkas perkara ini ke Kejaksaan Negeri Serang.

“Kami sudah beberapa kali mengirim berkas perkara ke kejaksaan, tinggal menunggu keputusan dari jaksa,” ujar Kasat Reskrim AKP Andi Kurniady melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).

Kasus yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun 5 bulan ini membuat berbagai pihak menyepakati perlunya tindakan konkrit dari instansi berwenang untuk memberikan kepastian hukum, sekaligus menerapkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang resmi berlaku sejak Januari 2026.

AWAL MULA KONFLIK

Perkara ini bermula pada pertengahan September 2023, ketika Hambali diperiksa di Polsek Begog terkait dugaan masuk tanpa izin ke pekarangan lahan Empang milik Dede Apendi, berdasarkan Pasal 167 dan 257 KUHP. Saat itu, Hambali mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi tindakan serupa.

Namun, situasi memanas pada Kamis (21/9/2023), ketika Dede Apendi dikunjungi oleh tujuh orang yaitu Suki (Ketua RW), Nurki, Armana, Rohmat, Hambali, Hasan, dan Asmuni. Mereka datang dengan tuntutan untuk membuka pagar lahan Empang dekat aliran sungai, bahkan menyampaikan kata-kata yang tidak pantas dan hampir memicu keributan.