📍 Indonesia
Teropongistana.com TANGERANG – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya penguatan diplomasi parlemen Indonesia di tengah gejolak konflik global. Dampak dari pertikaian di berbagai belahan dunia ini dinilai sudah sangat nyata, mulai dari ancaman krisis ekonomi, pangan, hingga gangguan jalur logistik.
“Efek dari konflik global yang terjadi saat ini sudah amat sangat nyata. Kita menghadapi potensi krisis ekonomi, krisis pangan, hingga gangguan logistik dan lainnya,” ujar Adde Rosi kepada Parlementaria, dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Diskusi BKSAP DPR RI bertema Prospek Diplomasi Parlemen di Tengah Konflik Global, Rabu (8/4/2026).
Indonesia Tegas di Posisi Non-Blok

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif BKSAP sebagai second track diplomacy atau jalur diplomasi alternatif untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menegaskan, Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tetap berada pada posisi non-blok di tengah polarisasi kekuatan dunia yang semakin tajam.
“Kita tidak ada di blok Amerika, tidak di blok lain, kita ingin ada di posisi non-blok. Kami ingin melaksanakan diplomasi secara bebas aktif,” tegasnya.




