“Sungguh terharu dan bersyukur. Tidak perlu capek-capek angkut jauh-jauh ke kota. Bulog datang menjemput, prosesnya mudah, harganya pun memuaskan. Terima kasih Bulog sudah sangat peduli, sudah menganggap kami seperti keluarga sendiri. Semoga kebaikan ini dibalas Tuhan dengan kebaikan yang berlipat ganda,” tutur Rahmat tulus ikhlas.
Pinca Bulog: Kami Hadir Bukan Sekadar Tugas, Tapi Peduli
Mendengar langsung aspirasi dan kebahagiaan para petani, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Lebak dan Pandeglang, M. Syaukani, menegaskan bahwa pihaknya hadir bukan sekadar menjalankan tugas dinas, melainkan untuk menjadi pelindung dan penopang bagi para petani.
“Kami datang langsung ke sawah, menjemput hasil keringat mereka. Harga yang kami berikan sudah ditetapkan pemerintah, nilainya pasti dan layak, sehingga mampu menutupi biaya produksi dan memberikan kebahagiaan bagi keluarga petani,” ujar Syaukani dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, kehadiran Bulog adalah jaminan kepastian. Petani tidak perlu lagi bingung mencari pembeli atau khawatir harga anjlok. Bulog hadir menjadi penyangga yang kokoh, memastikan setiap tetes keringat petani tidak sia-sia dan dihargai setinggi-tingginya.
