Teropongistana.com Jakarta – Kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kembali menjadi sorotan tajam. Dalam sebuah diskusi strategis yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2026). Sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat menyuarakan keprihatinan mendalam atas arah kebijakan yang dinilai sudah jauh melenceng.

Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir yang akrab disapa Daeng, menilai Kemenhan saat ini ibarat berjalan tanpa arah atau “auto pilot”. Alih-alih fokus menjaga kedaulatan, lembaga ini justru terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang berada di luar ranah wewenangnya.

“Sangat memprihatinkan, Kemenhan hari ini lebih sibuk menjadi aparat penegak hukum semu, ikut campur urusan penertiban tambang ilegal, program MBG, sampai mengurusi impor mobil dan urusan desa. Ini bukan tugas pokok dan fungsi sebuah kementerian pertahanan!” tegas Mukhsin Nasir.

Iklan

Menurutnya, campur tangan di luar tugas utama ini justru menciptakan ruang abu-abu yang rawan penyalahgunaan wewenang dan korupsi. Prinsip konstitusi seolah dikesampingkan demi kepentingan sesaat.

“Ketika sebuah lembaga sibuk mengurusi apa yang bukan urusannya, maka fungsi utamanya pasti terbengkalai. Terjadi apa yang saya sebut pemerintahan tutup mata terhadap aturan, dan membuka celah bagi praktik-praktik yang tidak sehat,” tambahnya.

BJORKA 98: TNI Fokus Pertahankan Jabatan, Anggaran Timpang