Teropongistana.com Serang — Jaro Warga menyerahkan laksa kepada Gubernur Banten, Andra Soni, yang disebut sebagai “Bapak Gede”, dalam puncak perayaan Seba Baduy 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, Minggu (26/4/2026) malam.
Penyerahan laksa tersebut merupakan bagian dari prosesi sakral yang menandai amanat masyarakat adat Baduy kepada Pemerintah Provinsi Banten, sekaligus simbol rasa syukur atas hasil bumi.

Prosesi ini turut disaksikan perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara serta ribuan masyarakat yang memadati kawasan Gedung Negara Provinsi Banten.
Laksa yang diserahkan merupakan hasil dari rangkaian panjang ritual adat masyarakat Baduy. Prosesnya diawali dengan Kawalu, yakni masa puasa adat selama tiga bulan yang dijalani sebagai laku spiritual sekaligus upaya menjaga keseimbangan alam.

Setelah Kawalu, masyarakat melaksanakan tahapan ngalaksa, yaitu proses pembuatan laksa secara gotong royong. Padi hasil panen yang telah disucikan dikumpulkan dari setiap keluarga, kemudian diolah menjadi tepung beras secara tradisional tanpa menggunakan peralatan modern.
Laksa Baduy memiliki bentuk khas, dibungkus menggunakan bahan alami dari daun patat dengan lapisan luar daun pinang. Hal ini mencerminkan kesederhanaan sekaligus kedekatan masyarakat Baduy dengan alam.



