Teropongistana.com Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang kembali melakukan perombakan besar-besaran dan rotasi jabatan dalam pemerintahan kembali menjadi sorotan publik. Langkah ini memunculkan beragam tanggapan, mulai dari apresiasi hingga kritik. Sebagian pihak menilai reshuffle ini hanya sebatas “bagi-bagi kursi” atau strategi politik untuk melumpuhkan kritikan dengan mendudukkan tokoh-tokoh oposisi atau pengamat dalam struktur pemerintahan.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara, David Pajung. Organisasi ini merupakan salah satu garda terdepan relawan pendukung pasangan Prabowo-Gibran. Menurut David, langkah yang diambil Presiden justru merupakan bukti nyata betapa serius dan tegasnya Prabowo dalam mengelola negara demi kepentingan rakyat banyak.

Bagi David, reshuffle atau rotasi adalah bentuk evaluasi kinerja yang bertujuan untuk mengakselerasi berbagai program prioritas yang sudah dicanangkan. Jika ada kementerian atau lembaga yang dinilai kinerjanya belum maksimal atau belum mencapai target, maka Presiden memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan perubahan.
“Ini adalah penerapan prinsip manajemen yang baik, yaitu The Right Man on the Right Place,” ujar David yang juga dikenal sebagai aktivis 98 ini, Selasa (28/4/2026)
Ia menegaskan, tidak sedikit orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan intelektual yang hebat, namun ketika ditempatkan pada posisi yang tidak sesuai dengan karakter atau keahliannya, hasil yang diberikan pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pergeseran atau rotasi sangat diperlukan agar setiap orang bisa bekerja di tempat yang tepat dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Proses Pelantikan yang Khidmat




