Teropongistana.com Jakarta – Anggaran jasa pencucian pakaian pribadi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan tajam publik. Program yang semula terlihat sepele, yakni urusan laundry pakaian dinas gubernur, kini dipertanyakan karena nilainya dinilai fantastis dan terus melonjak tajam dari tahun ke tahun.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengkritik keras besarnya anggaran tersebut. Ia menilai penggunaan uang daerah untuk kebutuhan pribadi seperti pencucian pakaian sudah melewati batas kewajaran dan mencederai rasa keadilan masyarakat yang membayar pajak.
“Seolah-olah sang gubernur memegang prinsip hidup: jangan sampai kantong sendiri yang bolong, biar kantong kas daerah saja yang berlubang. Ini sudah keterlaluan sekali cara menguras uang pajak rakyat,” kata Uchok Sky dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Menurut data yang disampaikan CBA, pada tahun anggaran 2025, biaya jasa pencucian pakaian gubernur tercatat sebesar Rp202,94 juta. Namun pada tahun 2026, angka tersebut melonjak drastis menjadi lebih dari Rp575 juta.
Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp372,06 juta hanya untuk urusan mencuci jas, kemeja, celana dinas, dan perlengkapan pakaian lainnya.
Uchok menilai lonjakan anggaran tersebut sangat sulit diterima akal sehat masyarakat. Ia mempertanyakan alasan di balik kenaikan yang begitu signifikan.
