Pengalaman di berbagai kasus serupa, lanjut Irman, sering kali menunjukkan pola yang menyedihkan. Pekerja lapangan sering menjadi sasaran kemarahan publik dan target sanksi administratif, mulai dari skorsing hingga PHK, sementara akar masalah yang sebenarnya justru tertutupi.

Pekerja Jalankan Sistem, Bukan Menciptakan Sistem

Lebih dalam, Irman menyoroti kompleksitas dunia perkeretaapian. Menurutnya, kesalahan individu jarang menjadi satu-satunya penyebab, melainkan sering kali merupakan puncak gunung es dari kegagalan sistem.

“Pekerja itu menjalankan sistem, bukan yang menciptakan sistem. Kalau ada kegagalan, harus dilihat secara menyeluruh: apakah dari sisi infrastruktur, persinyalan, Standar Operasional Prosedur (SOP), atau pengawasan manajemen,” jelasnya.

Ia menilai tidak adil jika beban tanggung jawab hanya ditumpukkan pada individu, padahal faktanya operasional kereta api melibatkan banyak elemen dan lapisan manajemen.

“Jangan sampai fokus hanya pada individu sehingga tanggung jawab sistemik justru lolos dan teralihkan. Keadilan harus ditegakkan, bukan hanya mencari kambing hitam,” pungkas Irman.