KPK Siaga, Budi Prasetyo: Tidak Semua Gerakan Bisa Diumbar
Merespons kabar adanya operasi senyap atau rencana OTT (Operasi Tangkap Tangan), Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memilih berhati-hati. Ia tidak membenarkan maupun menyangkal informasi tersebut.
“Kami tidak bisa mengumbar ke publik semua kegiatan penyelidikan dan penyidikan. Namun, KPK selalu siaga dan waspada terhadap setiap informasi adanya praktik suap,” tegas Budi.
Ia menyinggung laporan Direktorat Monitoring KPK yang menemukan tingginya entry cost atau biaya politik dalam kaderisasi partai yang berpotensi memicu korupsi.
Ketua KPU: Jika Melanggar, Pasti Ditolak!
Sementara itu, Ketua KPU Mochammad Affifuddin menegaskan lembaganya akan tegas memegang aturan. Ia enggan berkomentar soal isu operasi senyap, namun menjamin proses verifikasi berjalan transparan melalui aplikasi SIMPAW.
“KPU akan patuh terhadap undang-undang. Kalau usulan partai tidak sesuai dan bertentangan aturan, dipastikan akan ditolak dalam rapat pleno,” tegas Affifuddin.
Sikap Tenang Putriana Hamda Dakka
Di tengah hiruk pikuk isu suap ini, calon yang berhak secara hukum, Putriana Hamda Dakka, justru bersikap tenang dan berprasangka baik.
“Kita harus percaya pada aturan. PKPU Nomor 3 Tahun 2025 sudah sangat jelas, tidak ada multitafsir. Saya serahkan sepenuhnya kepada partai dan KPU untuk mengambil keputusan yang benar,” ujar Putriana kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
