Dia menambahkan, sisa penyaluran yang masih besar akan difokuskan dan dimaksimalkan di bulan Mei ini.
“Sisanya sekitar 70 persen akan kami maksimalkan penyalurannya di bulan Mei ini, agar target bisa segera tercapai,” tegasnya.
Kendala Kemasan Teratasi, Kejar Target Bapanas
Syaukani menjelaskan, sebelumnya sempat terjadi perubahan jadwal penyaluran dikarenakan keterbatasan ketersediaan kemasan plastik @10 kilogram. Namun kini, dengan masuknya pasokan kemasan atau karung bantuan pangan dari pabrikan kemasan, maka proses pengiriman dan penyaluran bisa kembali berjalan.
“Dengan mulai masuknya kemasan dari pabrik, kami berharap penyaluran alokasi Februari-Maret ini bisa segera tuntas dan ditargetkan selesai maksimal sampai akhir Mei 2026, sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh Bapanas RI,” tambahnya.
Stok Aman Hingga Setahun, Siaga Intervensi Pasar
Selain soal penyaluran bantuan, Syaukani juga memberikan kabar menggembirakan terkait kondisi ketahanan pangan di wilayah Lebak dan Pandeglang. Ia memastikan pasokan beras dalam kondisi sangat aman.
“Untuk ketahanan pangan di wilayah kami, alhamdulillah sangat aman. Stok beras yang tersimpan di gudang kami dipastikan cukup hingga setahun ke depan atau aman sampai akhir 2026,” jelasnya.
Meski harga beras di pasaran saat ini terpantau relatif stabil, Bulog tetap bersiaga penuh. Bersama Pemerintah Daerah, Bulog terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik.
“Koordinasi dengan Pemda terus kami perkuat. Jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga, kami siap langsung meluncurkan GPM untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Syaukani.


