“Pembangunan pertanian harus terus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembang roda perekonomian dari bawah, dari desa dan kecamatan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan para petani,” tandasnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah memprogramkan berbagai bentuk pendampingan dan bantuan bagi kelompok tani pada tahun 2026 guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi penyaluran benih, bibit, pupuk, sarana penunjang pertanian, hingga bantuan beras untuk intervensi daerah rentan rawan pangan tahun 2026.
“Sebagian bantuan tersebut telah mulai disalurkan kepada masyarakat. Bantuan dari pemerintah daerah ini diharapkan dapat merangsang kelompok tani agar lebih produktif dalam bercocok tanam maupun beternak, sehingga pendapatan mereka juga meningkat,” jelasnya.
Menanggapi usulan petani terkait bantuan bibit jahe, bawang, tomat, dan cabai, pihaknya bersama OPD terkait akan melakukan pembahasan lebih lanjut agar dapat direalisasikan pada program bantuan berikutnya.
“Inilah yang menjadi bekal bagi kami untuk memberikan perhatian terhadap usulan kelompok tani. Mudah-mudahan apa yang diharapkan para petani dapat direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Di akhir dialog, Bupati Maesyal mengajak masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Mari kita terus memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga menyerahkan santunan kepada anak yatim serta bantuan secara simbolis berupa bibit, pupuk, dan traktor kepada kelompok tani.


