“Aspirasi masyarakat yang datang dari wilayah paling terpencil hingga pusat pemerintahan harus menjadi rujukan utama dalam setiap langkah kebijakan. Sebab, masyarakatlah tujuan akhir dari seluruh penyelenggaraan negara dan pengabdian kita bersama,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Wakil Bupati.

Selain itu, Mansyur Syahdan turut menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif. Ia menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan melalui musyawarah yang bermartabat dan mengedepankan kepentingan umum.

Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Dengan kerja sama yang baik, berbagai program pembangunan di Raja Ampat diyakini dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, makna sumpah dan janji jabatan juga ditekankan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kepada masyarakat serta Tuhan Yang Maha Esa. Sumpah jabatan disebut bukan sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kinerja nyata dan kebijakan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Rapat Paripurna Istimewa itu ditutup dengan doa dan harapan agar pejabat yang baru dikukuhkan senantiasa diberikan kekuatan, hikmat, dan bimbingan dalam menjalankan amanah. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antarlembaga demi mewujudkan Raja Ampat yang maju, sejahtera, dan bermartabat. (Abdullah)