“Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, khususnya para Babinsa yang turun langsung ke tengah masyarakat mendampingi proses ini agar berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Zulkifli Hasan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menilai peresmian 1.061 titik KDKMP ini sebagai tonggak sejarah baru bagi perekonomian bangsa. Keberhasilan membangun ribuan koperasi dalam waktu singkat membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan bekerja cepat, terarah, dan menghasilkan karya nyata.

“Pangan adalah persoalan hidup mati suatu bangsa. Oleh karena itu, Koperasi Desa Merah Putih ini harus menjadi solusi riil bagi para petani dan warga, mulai dari ketersediaan pupuk, akses permodalan, hingga penyerapan hasil panen,” tegas Presiden.

Lebih jauh, Presiden mengamanatkan agar program ini bergerak menuju hilirisasi dan industrialisasi berbasis koperasi. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menaikkan nilai ekonomi desa agar tumbuh mandiri dan berkelanjutan.

“Buang jauh mentalitas lemah dan merasa kalah. Indonesia bangsa besar yang harus berdiri di atas kaki sendiri. KDKMP ini akan menjadi kebanggaan kita semua dan fondasi kokoh ekonomi rakyat di masa depan,” tandasnya.

Merespons arahan tersebut, Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, menegaskan komitmen penuh jajarannya. Pihaknya siap menjadi garda terdepan pendampingan bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah binaan demi keberhasilan program penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan ini.

Acara launching berlangsung aman, tertib, dan dipenuhi antusiasme tinggi seluruh peserta. Momen ini menjadi bukti nyata sinergi negara dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, memperkuat ekonomi akar rumput, serta mewujudkan cita-cita kesejahteraan bersama.