Satreskrim Polres Serang Segera Gandeng DLH
Merespons temuan ladang limbah misterius di wilayah hukumnya, aparat kepolisian memastikan akan langsung bergerak melakukan penelusuran di lapangan.
Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady menyatakan siap meninjau lokasi.
“Nanti kami koordinasi sama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk melakukan pengecekan terkait hal tersebut,” ujar AKP Andi Kurniady saat dihubungi.
DLH Kabupaten Serang Kerahkan Bidang Pengawasan
Langkah responsif juga langsung diambil oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang setelah menerima laporan mengenai keberadaan gunungan limbah tak bertuan tersebut.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Bagja Saputra, menegaskan pihak dinas akan segera menurunkan tim ke lokasi penimbunan.
“Segera kami tindak lanjuti pak ke Bidang Pengawasan,” tegas Bagja Saputra memberikan kepastian penanganan institusinya.
BCW Desak Gakkum Usut Pasar Gelap Slag B3
Di sisi lain, Koordinator Banten Corruption Watch (BCW), Ana Triana, mengutuk keras pembiaran ini. Ia menduga adanya modus komersialisasi pasar gelap, di mana slag B3 dijual murah ke transporter liar untuk material urukan tanah demi menghindari biaya pengelolaan resmi.
“Pembuangan slag B3 di Cemplang ini adalah kejahatan nyata. Slag B3 bisa diolah untuk batako atau semen, tapi wajib uji TCLP dan berizin khusus Kementerian LH. Karena ini diduga ilegal, aparat harus mengusut tuntas transaksi di balik penimbunan ini,” tegas pria yang akrab disapa Bule ini.
Ana mengingatkan ada konsekuensi pidana berat bagi pelaku lingkungan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
“Berdasarkan Pasal 103, 104, dan asas Tanggung Jawab Mutlak Pasal 88 UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH jo. UU Cipta Kerja, penghasil limbah wajib bertanggung jawab penuh. Kami mendesak DLH Kabupaten Serang, Gakkum KLH, dan Polres Serang segera bertindak menyeret para pihak yang bertanggung jawab,” pungkas Ana.
Sampai berita ini diturunkan, redaksi terus memantau jalannya koordinasi dan pengecekan lapangan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian bersama jajaran DLH Kabupaten Serang.


