Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menegaskan Bank Banten menyambut baik kepercayaan yang diberikan tersebut. Menurutnya, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kedepan peningkatan kontribusi dan pendapatan Daerah akan semakin optimal.
“Salah satunya melalui dukungan dari seluruh Pemda di Provinsi Banten melalui penempatan RKUD di Bank Banten,” katanya.

Saat ini, lanjut Busthami, pihaknya terus melakukan peningkatan pelayanan baik di kantor-kantor cabang maupun di gerai-gerai Samsat. Termasuk juga memperkuat sistem operasional untuk memfasilitasi kebutuhan transaksi keuangan dalam peningkatan PAD.
“Kami juga terus melakukan pembaruan dalam penerapan digitalisasi transaksi keuangan seperti QRIS maupun Virtual Acount,” jelasnya.

Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah mengaku bersyukur Provinsi Banten bisa ditunjuk sebagai pilot project. Menurutnya, saat ini Bapenda Provinsi Banten sedang terus berusaha peningkatkan sektor pendapatan, terutama dari sektor pajak.
“Banyak kanal elektronik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membayar pajak, dari mulai melalui marketplace, aplikasi Signal, Samling serta yang terbaru kami melakukan penjemputan door to door penagihan pajak,” katanya.

Atas upaya, pada bulan Mei 2026 sektor pendapatan mengalami surplus. Kemudian capaian di triwulan pertama dan kedua tumbuh positif sebesar 35 persen. Hal itu merupakan hasil kerja keras semua pihak, baik dari Bapenda maupun dari Bank Banten yang telah bekerjasama dengan baik.
“Transaksi elektronik kita cukup masif untuk pembayaran pajak,” pungkasnya.



