Jaelani kemudian bergegas menyelamatkan diri dan meminta bantuan. Namun, ia tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Rumah sekaligus toko sembako miliknya ludes terbakar.

Tiga sepeda motor yang terparkir di dalam rumah juga ikut hangus. Saat Lucky datang meninjau lokasi, rumah Jaelani tinggal menyisakan puing-puing bangunan.

Atap rumah sudah tidak ada. Cat dinding mengelupas dan sebagian berubah menjadi hitam gosong. Tak ada lagi barang berharga milik Jaelani yang tersisa.

Di toko yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah, seluruh sembako juga habis terbakar. Yang tersisa hanya rak-rak besi dan sejumlah tabung gas elpiji 3 kilogram yang gosong di pojok bangunan.

Bagi Jaelani, kebakaran tersebut bukan hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga sumber penghasilannya.

Pasca bercerai dengan istrinya dan tidak memiliki anak, rumah dan toko tersebut menjadi tumpuan Jaelani untuk menyambung hidup.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi Pak Jaelani dan memastikan warga yang terkena musibah mendapat perhatian,” kata Lucky di sela-sela kunjungannya.

Pemkab Indramayu menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu untuk menyalurkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah Jaelani.

Lucky berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban Jaelani dan membuat rumahnya kembali layak ditempati.

“Saya ikut prihatin atas kejadian ini, mudah-mudahan bantuan yang kami berikan (stimulan rehabilitasi rumah) bisa meringankan beban dan membantu memperbaiki rumah agar kembali layak ditempati,” ujar Lucky.

Mendapat bantuan tersebut, Jaelani mengaku bersyukur meski seluruh harta bendanya telah habis terbakar.

Ia berharap bantuan tersebut menjadi awal baginya untuk kembali bangkit setelah kehilangan rumah sekaligus tempat mencari nafkah.

Lucky Kembali Temui Warga Eretan Wetan

Selain mengunjungi rumah Jaelani, Lucky juga kembali meninjau warga terdampak kebakaran di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) tersebut menghanguskan 11 rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Api diduga berasal dari korsleting listrik salah satu rumah warga tidak lama setelah aliran listrik yang sempat padam kembali menyala.

Api pertama kali muncul dari rumah Kadini dan dengan cepat merambat ke 10 rumah nelayan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Lucky memantau proses perbaikan rumah sekaligus menyerahkan dokumen warga yang telah selesai diurus, seperti KTP dan ijazah.

“Musibah boleh datang, tetapi kepedulian dan perhatian tidak boleh berhenti. Dokumen yang saya serahkan tersebut sebelumnya adalah salah satu janji saya saat sebelumnya berkunjung ke sana. Semoga ini dapat membantu dan menjadi langkah awal bagi warga kembali menata kehidupan mereka,” pungkas Lucky Hakim.

Sementara itu, Camat Jatibarang Mardono memastikan pemerintah kecamatan akan terus mendampingi proses pemulihan rumah Jaelani.

“Kami akan terus mendampingi dan berkoordinasi dalam proses pemulihan. Semoga bantuan dari Baznas dan perhatian Pemkab Indramayu dapat membantu Pak Jaelani untuk segera memperbaiki rumahnya,” pungkas Mardono.

Baca juga tentang toko sembako atau berita Daerah untuk informasi terkini.