BEKASI II TROPONGISTANA.COM II Program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang dirubah menjadi bantuan tunai terus menjadi polemik di berbagai daerah, termasuk diwilayah Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi. yang di salurkan melalui PT POS Indonesia Cabang Tambelang,yang diduga jadi ajang bisnis oleh oknum yang sengaja ingin untuk meraup keuntungan pribadi sendiri.

Salah satu warga Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi tidak mau disebutkan namanya, yang mendapatkan BPNT Rp 600 ribu,pada hari kamis (10/03/2022),mengaku di arahkan ke salah satu e-waroeng untuk membelanjakan uang bansos tersebut Padahal, dalam aturan terbaru tidak menyebutkan warga harus belanja sembako di tempat tertentu.

Baca JugaSidang Isbat Awal Ramadhan 1443 H 1 AprilSenin, 14 Maret 2022
Sidang Isbat Awal Ramadhan 1443 H 1 April

“Paket sembako dengan harga Rp 200 ribu tersebut di antaranya adalah 10 kg beras 1kg telor,1 kg trigu,1/4 teri ,1/4 kacang tanah dan 1 kecap ABC.dan tidak di kasih bon total belanjaannya,”ucap warga kepada awak media Kamis (17/03/2022).

Iklan

Hal senada dikatakan oleh seorang warga Desa Sukakerta yang mendapatkan BPNT Rp 600 ribu, yang juga tidak ingin disebutkan namanya mengaku. Paket sembako dengan harga Rp 200 ribu tersebut di antaranya adalah 10 kg beras 1kg telor,1 kg trigu,1/4 teri ,1/4 kacang tanah dan 1 kecap ABC.”Saya juga tidak di kasih bon total belanjaannya tau taunya sudah 200 ribu berbentuk paket sembako,udah begitu beberapa butir telur bnyak yang busuk,”ujar warga kepada awak media

Dalam pesan grouf whatAap BPNT dan PKH Sukakerta.Si oknum tersebut (D) mengarahkan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk belanja minimal dua paket sembako di agen e-waroeng tersebut.Komponennya beras 10 kg,telur 1 kg,kacang 25 gram,minyak kelapa 1 liter,terigu 250 gram,gula pasir 250 gram.

Dalam hal ini DPD LSM Prabu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi N.Rudiansyah,mengatakan Saat awak media konfirmasi lewat telepon ke oknum tersebut menjawab tidak ada yang mengarahkan penerima manfaat untuk belanja di e-waroeng.