TEROPONGISTANA.COM – Bahwa suatu keniscayaan untuk mewujudkan Polisi Jujur. Oleh karenanya Polri perlu terus berbenah untuk membersihkan perilaku koruptif utamanya terkait : setoran upeti atasan dan bawahan; mafia atau industri hukum; pungli di Reserse Polantas Sisbinkar Sdm Polri) dari segelintir oknum anggota yang mencoreng nama baik dan merugikan Institusi Polri.
Gus Dur pernah menyatakan dalam guyonan kepada wartawan bahwa “polisi jujur” itu ada tiga, yaitu :
•Hoegeng Iman Santoso,
•Patung polisi dan
-Polisi tidur.
Guyonan saat itu disampaikan merupakan kritikan Gus Dur untuk menjawab pertanyaan wartawan perihal “moralitas polisi” yang saat itu kian banyak dipertanyakan publik dan menjadi sorotan media.
Sebenarnya Gus Dur menyampaikan guyonan tersebut dalam konteks Polri era Orde Baru, dimana Polri dimanfaatkan untuk mengawasi rakyat, sehingga harus diubah pada era Reformasi.
Ada kemungkinan ungkapan polisi baik atau “polisi jujur” menurut Gus Dur adalah polisi ideal seperti pak Hoegeng, Iman Santoso yaitu polisi yang memiliki sikap satunya kata dengan perbuatan dan lurus hati, menyatakan yang fakta sebenar-benarnya terjadi, tidak berbohong tidak mudah disuap, tidak korupsi dan tidak mudah dipengaruhi oleh siapapun dalam melaksanakan fungsi.





