Senada, Ketua Umum IMM Kota Tangerang Mohammad Robby mengungkap dalam tema besar inklusi, upaya berbicara solusi dan literasi untuk kemajuan Kota Tangerang aspek sosial. Berkarya dalam kehidupan sosial harus nyata dengan segala ketulusan islami.
“IMM siap mengakomodir kebutuhan keilmuan kader dan melahirkan penulis hebat. Karna membaca kita akan mengenal dunia dan ketika kita menulis maka kita dikenal dunia,” kata Robby.

Sementara itu, Irvansyah Asmat legislator periode 2009-2014 menyampaikan bahwa anak muda generasi milenial dan Z penting untuk berdampingan bersama kaum marjinal.
Tentu saja dengan akses politik yang baik dapat memberikan kebijakan yang bersifat aspiratif apalagi berkaitan dengan inklusi sosial.

“Karena secara sosial juga sering ditemukan di sekitar banyak kaum marjinal dan dimarjinalkan secara hukum norma undang-undang, karena undang-undangnya tidak ramah terhadap kelompok-kelompok minoritas,” ujar Irvansyah.
BACA JUGA: DPP IMM Kritik Keras UU PPSK, Ternyata Ini Dosanya
Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang ini berpendapat bahwa fenomena orang perkotaan juga menjadi penyebab adanya inklusi sosial, dimana kecenderungan hidup yang indvidual sehingga ada kelompok termarjinalkan oleh ketidakpedulian.
“Hal tersebut dipicuh oleh rendahnya aktivitas sosial yang bermuara pada marjinalisasi kelompok rentan di lingkungan perkotaan tersebut. Dalam hal partisipasi kebijakan, kita berhak dan wajib dalam mengikuti proses itu,” papar Bang Jivan sapaan akrabnya.(4r).








