Teropongistana.com Lebak – Aturan pelaksanaan pengambilan material tambang Galian C yang berlokasi di Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak tepatnya di jalan simpang keluar pintu Tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak selayaknya harus memiliki perizinan yang sah. Hal tersebut ditegaskan oleh ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Banten, Muhamad Yusuf, Sabtu (12/7/2025)
“Saya kira tokoh masyarakat, Lembaga Sosial dan media harus juga berperan dalam pengawasan pertambangan galian C di depan pintu tol Mandala ini agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Jangan sampai nanti menelan korban jiwa, karena pernah terjadi sebelumnya,” kata ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Banten, Muhamad Yusuf.
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unindra ini menyebutkan bahwa Usaha bidang pertambangan adakalanya menimbulkan resiko dan masalah yang sangat besar. Kata Yusuf, selain berisiko pada pekerja penambang itu sendiri juga berpengaruh pada dampak lingkungan hidup sekitarnya.
“Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dalam pengelolaan yang sumber daya secara bijaksana sehingga terus terwujudnya manusia indonesia sebagai pembina lingkungan hidup untuk generasi saat ini dan generasi yang akan datang. Terkait pengawasan perizinan berdasarkan undang-undang 23 kewenangan untuk perizinan baik tambang galian c maupun tanah uru berada di tingkat provinsi,” tegas Yusuf.
Yusuf menambahkan, bahwa pengusaha dan oknum-oknum aparat yang ada dibelakangnya yang akan berusaha baik secara berkelompok maupun individu sebelum melakukan aktivitas pengambilan material sebaiknya dapat mengikuti aturan yang ada. Mereka juga melakukan kajian sesuai dengan fungsi lingkungan serta dapat melakukan koordinasi ke semua stakeholder.
“Harusnya tempuh dulu izinya, jangan ini malah melakukan aktifitas pengerasan jalan, tapi izin dari pihak yang berwenang belum ditempuh. Masyarakat dan lembaga sosial lainnya perlu mengawasinya. Bupati dan Gubernur harus menegur dan menutup aktifitas tambang galian C di depan pintu tol Mandala yang pernah memakan korban jiwa,” sebut Yusuf.
