Teropongistana.com Jakarta – Pengadilan Agama (PA) Jakarta Barat mengabulkan gugatan pembatalan perkawinan antara seorang warga negara Indonesia (WNI) dengan warga negara Arab Saudi yang diajukan oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.
Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Aminuddin dalam sidang yang digelar di PA Jakarta Barat, Kamis (11/9/2025), dengan nomor perkara 1175/Pdt.G/2025/PA.JB.
Kepala Kejari Jakarta Barat, Hendri Antoro, mengatakan bahwa gugatan ini diajukan setelah Kejaksaan menerima laporan dari Atase Hukum KBRI Riyadh terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami korban selama tinggal bersama suaminya di Arab Saudi.
“Kami bersyukur atas putusan ini, meski belum berkekuatan hukum tetap. Kami masih menunggu 14 hari apakah pihak tergugat akan mengajukan banding atau tidak,” kata Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (11/9/2025).
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa perkawinan antara penggugat dan tergugat yang berlangsung pada 7 Agustus 2024 di Ruko Aini Tour and Travel, Pasar Rebo, tidak sah secara hukum. Hakim juga menyatakan kutipan akta nikah yang diterbitkan oleh KUA Cengkareng tidak memiliki kekuatan hukum.
Majelis menilai perkawinan tersebut cacat secara administratif dan substantif, karena tidak memenuhi syarat-syarat sahnya akad nikah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, khususnya Pasal 22 dan Pasal 26 ayat (1).