Teropongistana.com Jakarta – Badan Pemulihan Aset (BPA) yang memiliki posisi sentral dalam mendukung proses penegakan hukum dan perbaikan tata kelola yang dilaksanakan oleh kejaksan diminta untuk meningkatkan efektivitas pengembalian aset hasil tindak pidana kepada negara, korban, atau yang berhak.

“Selain melaksanakan kolaborasi dengan berbagai lembaga domestik maupun internasional,” tutur Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam pengarahannya saat melantik Kuntadi sebagai Kepala BPA Kejagung, tiga Kajati dan lima pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Jaksa Agung pun mengingatkan dengan posisi sentral tersebut tugas BPA semakin penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan tindak pidana tidak hanya berakhir pada pemidanaan, tapi juga pada pengembalian kerugian yang ditimbulkan.

“Karena itu diperlukan optimalisasi penelusuran, pengelolaan, dan penyelesaian barang bukti, rampasan, maupun sita eksekusi,” ujarnya.

Sementara itu Jaksa Agung kepada tiga Kajati menekankan penegakan hukum yang berkeadilan harus menjadi prioritas, khususnya yang menyangkut hajat hidup dan melindungi kepentingan masyarakat, seperti penanganan perkara korupsi.

Begitupun, katanya, pencegahan dan pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas melalui penegakan hukum yang tegas, terukur, dan berintegritas.