Teropongistana.com Jakarta – Warganet ramai membahas keterlibatan Zulkifli Hasan dalam bencana di Sumatera, terutama terkait dengan kerusakan hutan dan kebijakan lingkungan. Banyak yang mengkritik Zulkifli Hasan karena dianggap tidak berpihak pada kelestarian lingkungan, terutama karena masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan (2009-2014) yang disorot oleh aktivis lingkungan.
Beberapa contoh kritik yang dilontarkan adalah tentang kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, yang disebut berubah menjadi perkebunan sawit ilegal. Warganet juga mengungkit momen wawancara Zulkifli Hasan dengan Harrison Ford pada 2013, di mana Ford menekan soal kerusakan hutan di Indonesia.

Kritik ini muncul setelah Zulkifli Hasan meninjau lokasi bencana banjir bandang di Sumatera Barat dan menjanjikan bantuan untuk korban. Namun, banyak yang menilai bahwa bencana ini bukan hanya musibah alam, tetapi juga akumulasi dari kebijakan yang membiarkan pembukaan lahan besar-besaran atas nama industri.
Salah satunya adalah Matahukum, dia meminta Presiden Prabowo Subianto agar segera memanggil Zulkifli Hasan dan Menteri Kehutanan Raja Juli ke Instana. Hal tersebut lantaran munculnya tudingan diberbagai media sosial tentang dugaan keterlibatan Zulkifli Hasan memiliki dua perusahaan sebagai biang kerok kehancuran hutan di Sumatera.

“Saya minta Presiden Prabowo Subianto untuk memanggil Menteri Zulkifli Hasan dan Raja Juli terkait tudingan dugaan perusahaaan mereka yang menjaadi biang kerok bencana di Sumatera,” kata Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir lewat pernyaataanya yang diterima redaksi, Senin (1/12/2025)
Mukhsin Nasir yang kerap disapa Daeng menyebut bahwa untuk dua perusahaan Zulhas yang diduga jadi biang kerok kehancuran hutan yaitu PT Samantaka Batubara dengan luas IPPK 15.000 ha. SK Menhut No. 797/Menhut-II/2014. Selanjutnya, PT Keritang Buana Mining Izin berdasarkan SK No. 299/ Menhut-II/2012. dengan total luas 1.640.000 hektar.



