Teropongistana.com JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengapresiasi kinerja Junimart Girsang, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Italia dan membawahi juga perwakilan untuk negara-negara lain: Malta, San Marino, dan Siprus, serta organisasi internasional seperti FAO, IFAD, UNIDROIT, dan WFP (Program Pangan Dunia), yang dinilai mampu bekerja cepat dan efektif dalam menata kembali berbagai persoalan Kedutaan Besar RI di Roma setelah posisi tersebut kosong hampir dua tahun.
Kekosongan jabatan duta besar sejak wafatnya Dubes Muhammad Prakosa pada 17 Januari 2023 di Roma meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Mulai dari tata kelola pelayanan administrasi, kesejahteraan pegawai, hingga penguatan diplomasi ekonomi dan multilateral. Namun dalam waktu relatif singkat sejak resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 24 Maret 2025, Junimart Girsang mampu menunjukkan terobosan nyata.

“Setelah dua tahun kursi Dubes Italia kosong, tentu ada stagnasi pelayanan dan koordinasi. Kehadiran Dubes Junimart membawa energi baru. Banyak persoalan lama yang disentuh dan diselesaikan secara bertahap dan terukur,” ujar Bamsoet saat bertemu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, Jumat (16/1/26).
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, salah satu langkah krusial yang patut diapresiasi adalah pembenahan tata kelola pelayanan administrasi di KBRI Roma. Proses layanan keimigrasian, perlindungan WNI, serta pelayanan dokumen bagi diaspora dan pelaku usaha Indonesia di Italia kini dinilai lebih cepat dan responsif. Hal ini penting mengingat Italia menjadi salah satu pintu utama Indonesia ke kawasan Eropa Selatan dan Mediterania.

Selain itu, Junimart juga mengambil langkah berani dengan memperbaiki kesejahteraan staf KBRI yang telah mengalami stagnasi lebih dari satu dekade. Kebijakan ini strategis karena kualitas diplomasi sangat ditentukan oleh kondisi internal perwakilan.
“Diplomasi yang kuat tidak lahir dari gedung megah, tapi dari sumber daya manusia yang sejahtera dan profesional. Langkah Dubes Junimart ini menunjukkan kepemimpinan yang memahami akar persoalan,” kata Bamsoet.



