Teropongistana.com Lebak – Pengelolaan dapur SPPG MBG di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, menuai kecaman keras dari masyarakat sekitar dan LSM Gerakan Pemuda Banten Bersatu (GPBB). Beberapa warga di wilayah jantung kota mengeluhkan tidak diterimanya mereka sebagai karyawan padahal tinggal di dekat lokasi, sementara banyak orang dari luar daerah justru mendapatkan pekerjaan.

Hal ini membuat masyarakat merasa kecewa kepada pihak pengelola yang dianggap tidak profesional dalam menjalankan program dari Presiden tersebut.

Ketua Umum LSM GPBB Banten Ifan Febriyanti angkat bicara terkait keluhan yang terus mengalir dari masyarakat. Menurut, Ifan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kajian mendalam terkait rekrutmen karyawan dapur MBG di beberapa kecamatan, khususnya wilayah jantung kota Kabupaten Lebak.

“Banyak masyarakat yang mengadu kepada kami karena merasa tidak adil – mereka lebih mementingkan orang bawaan daripada warga lokal yang jelas akan mendapatkan dampak langsung dari program ini,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (17/2/2026)

Ifan menambahkan, rasa kecewa masyarakat bahkan bertransformasi menjadi cemburu sosial karena pengelola lebih mengutamakan orang luar yang dekat dengan pihak pengelola, sementara warga lokal ditolak dengan alasan yang kurang masuk akal. Ia juga menyoroti kompetensi para pekerja yang diterima.

“Kita perlu melihat apakah juru masak yang bekerja sudah memenuhi standar dan memiliki sertifikat yang sah, begitu juga dengan ahli gizi – apakah mereka memiliki sertifikasi dari pihak berkompeten mengenai kelayakan mereka menjalankan tugas.” ujar Ifan.