Teropongistana.com SERANG – Upaya memperjuangkan hak kebebasan berserikat justru berujung pada dugaan tindak kekerasan. Seorang karyawan berinisial RA resmi melaporkan SP, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) di lingkungan PT Nikomas Gemilang, ke Satreskrim Polres Serang.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: LAPDU/76/II/2026/SATRESKRIM/POLRES SERANG/POLDA BANTEN. Terlapor diduga melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasus ini bermula dari keinginan RA untuk menggunakan haknya keluar dari keanggotaan Serikat Pekerja Nasional (SPN) di kawasan industri Nikomas. Menurut pengakuannya, ia telah beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri secara resmi ke kantor Pimpinan Serikat Perusahaan (PSP) SPN. Namun, permohonan tersebut disebut tidak mendapat respons.

Untuk meminta kejelasan, RA mendatangi kediaman terlapor di Kampung Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Keduanya sempat berbincang di sebuah warung dekat rumah terlapor. Namun, diskusi itu diduga berujung aksi pemukulan.

Baca Juga Ormas KITA Minta Polda Banten Razia Miras Maksimal Selasa, 24 Februari 2026
Ormas Kita Minta Polda Banten Razia Miras Maksimal

“Kejadian ini menunjukkan bahwa kebebasan berserikat di lingkungan kerja, khususnya bagi anggota di PT Nikomas Gemilang, diduga masih dihambat. Tindakan kekerasan ini seharusnya tidak terjadi jika hak-hak dasar pekerja dihormati,” ujar RA kepada awak media, Jumat (27/2/2026), usai membuat laporan di Polres Serang.

Visum Diserahkan, Proses Hukum Berlanjut
Sebagai bentuk keseriusan, RA telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Satreskrim Polres Serang. Ia juga menyatakan akan menunjuk kuasa hukum untuk mengawal perkara tersebut hingga tuntas.

Baca Juga Dirumorkan ke Barca, Kane Fokus di Bayern Selasa, 24 Februari 2026
Dirumorkan Ke Barca, Kane Fokus Di Bayern