Pasca kejadian, terlapor disebut sempat menghubungi RA melalui pesan singkat WhatsApp untuk menyampaikan permohonan maaf. Meski demikian, RA menegaskan proses hukum tetap berjalan.
“Secara pribadi, saya memaafkan. Namun, sebagai warga negara yang patuh hukum, saya ingin proses hukum tetap dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku untuk memberikan efek jera dan perlindungan terhadap hak pekerja lainnya,” tegasnya.
Kasus ini kembali memantik sorotan terhadap perlindungan hak pekerja dalam menentukan pilihan berserikat, termasuk hak untuk keluar dari organisasi tanpa tekanan, intimidasi, maupun kekerasan
Hingga berita ini diturunkan, pihak RA masih menunggu perkembangan penyelidikan dari penyidik Polres Serang, termasuk agenda pemanggilan saksi-saksi dan klarifikasi terhadap terlapor.
Upaya konfirmasi kepada pihak SPN PT Nikomas Gemilang masih dilakukan untuk memperoleh keterangan berimbang sesuai prinsip cover both sides dalam kaidah jurnalistik.

