“Dalam kondisi pemerintah tengah berupaya melindungi masyarakat dari dampak konflik Timur Tengah, seharusnya semua komponen bangsa memberikan dukungan dan masukan yang konstruktif, bukan justru membangun opini yang provokatif,” katanya.
Ia menilai, ajakan yang mengarah pada upaya menjatuhkan presiden dan wakil presiden merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan berpotensi melanggar konstitusi.

David juga menyinggung sejumlah capaian pemerintah, salah satunya stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri di tengah tekanan global.
“Stabilnya harga BBM nasional di saat banyak negara mengalami kenaikan menunjukkan ketahanan energi Indonesia yang cukup kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya memandang pernyataan yang dinilai provokatif tersebut sebagai bentuk kegagalan memahami konstitusi serta bertentangan dengan prinsip demokrasi yang dianut Indonesia.
Adapun organisasi relawan yang turut hadir dalam pelaporan tersebut antara lain Gerakan Cinta Prabowo (GCP), BRN, RJ2, All Cipayung Prabowo-Gibran, GPNI, SHUSU, Mosato TV, Tim Hukum Merah Putih, JPKP, Garuda Astacita Nusantara, RAMPAS, Garuda Emas, dan Garda Rakyat 08.




