Teropongistana.com Jakarta – Mubarok Institute kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal arah pembangunan nasional. Melalui gelaran Halal bi Halal yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Kebijakan Strategis Nasional Antara Kepentingan Negara, Perlindungan Hak Rakyat dan Tujuan Investasi”, lembaga ini membedah berbagai tantangan bangsa. Kegiatan tersebut digelar di Hotel JS Luwansa dan Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

​Ketua Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, atau yang akrab disapa Gus Fadhil, dalam pidatonya menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan elit dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput. Ia menyatakan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada sejauh mana implementasi di lapangan menyentuh seluruh wilayah Indonesia.

​Fondasi Bangsa Kesehatan Lahir dan Batin

​Salah satu poin sentral yang diangkat oleh Gus Fadhil adalah dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kebijakan ini adalah langkah visioner Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas.
​”Mubarok Institute mendukung penuh pemerintah untuk mengoptimalkan Asta Cita. Indonesia hanya akan menjadi negara maju jika masyarakatnya sehat secara jasmani maupun rohani. Kualitas kesehatan adalah fondasi mutlak; tanpa itu, kemajuan hanyalah semu,” ujar Gus Fadhil. Beliau meyakini bahwa manusia yang sehat lahir batin adalah modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan dan investasi.

​Kritik Terhadap Budaya Politik dan Korupsi

​Di sisi lain, Gus Fadhil memberikan catatan kritis terhadap hambatan terbesar bangsa saat ini yaitu korupsi. Beliau menyoroti bahwa praktik korupsi di Indonesia masih marak akibat budaya politik transaksional yang berbiaya tinggi.