Lebih lanjut, Dave menyebut pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan mitra strategis, baik di tingkat regional maupun global. Selain itu, Indonesia juga harus konsisten dalam menyerukan penghentian ketegangan dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Indonesia juga dapat menawarkan pengalaman sebagai negara dengan mayoritas Muslim yang menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian, sekaligus berkontribusi aktif dalam forum PBB untuk mendorong terciptanya solusi yang berkelanjutan,” katanya.

Komisi I DPR, lanjut Dave, optimistis bahwa pendekatan diplomasi konstruktif serta dukungan komunitas internasional melalui PBB dapat mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan.

“Perdamaian bukan hanya kepentingan satu kawasan, melainkan kepentingan umat manusia secara keseluruhan,” tegasnya.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah “sangat dekat” mencapai kesepakatan damai. Ia juga membuka kemungkinan untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan tersebut di Islamabad, Pakistan.

“Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” kata Trump, seperti dilaporkan AFP dan Al Arabiya, Jumat (17/4/2026).

Trump menambahkan bahwa Teheran telah menyetujui sejumlah poin penting, termasuk terkait program nuklirnya.

“Kita harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan,” ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan menghadiri penandatanganan kesepakatan di Pakistan, Trump menjawab: “Saya mungkin akan pergi, ya.” Ia menambahkan, “Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi.”