Teropongistana.com Jakarta – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengaku berperan besar hingga Joko Widodo berhasil menjadi Presiden, menuai reaksi keras dari kalangan relawan. Pernyataan tersebut dinilai tidak etis, arogan, dan tidak menghargai proses demokrasi serta ketetapan Tuhan.
Ketua Umum Kornas Jokowi, Havid Permana, menegaskan bahwa kemenangan dan kepemimpinan Jokowi bukanlah hasil jasa satu orang semata, melainkan perpaduan antara kedaulatan rakyat dan kehendak Yang Maha Kuasa.
“Menjadi Presiden adalah kehendak Allah SWT dan mandat langsung dari rakyat Indonesia melalui proses demokrasi. Tidak ada satu individu pun yang boleh merasa paling berkuasa atau paling berjasa atas takdir-Nya,” ujar Havid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/04/2026).
Jangan Mengungkit, Fokus pada Persatuan
Havid juga menyayangkan momentum pernyataan tersebut. Di tengah situasi ekonomi dan politik global yang sedang tidak menentu, ucapan yang bersifat mengungkit jasa pribadi justru berpotensi memperkeruh suasana dan memecah belah.
Ia mengingatkan para tokoh bangsa, termasuk JK, untuk lebih bijak menyikapi situasi saat ini.





