Teropongistana.com Jakarta – Gelar sebagai Gubernur Berkinerja Terbaik Tahun 2026 yang disandang Sherly Tjoanda justru menuai kontroversi. Di balik pencapaian versi survei tersebut, muncul sorotan tajam terkait pemborosan anggaran daerah yang diduga besar-besaran digunakan hanya untuk kepentingan pencitraan dan gaya hidup pribadi sang pemimpin.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa apa yang ditampilkan saat ini lebih mirip era “Gubernur Medsos” daripada pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Dulu indikator kinerja itu dilihat dari jalan yang dibangun atau fasilitas kesehatan yang diperbaiki. Sekarang seolah cukup diukur dari likes, views, dan puja-puji di kolom komentar. Ini kan pembangunan citra, bukan pembangunan wilayah,” ujar Uchok dengan nada sarkas.

Iklan

Anggaran Rias Wajah Rp4 Juta Per Bulan

Berdasarkan penelusuran CBA, ada kejanggalan mencolok dalam pos belanja APBD Maluku Utara. Khusus untuk tahun 2026, Biro Umum Setda mengalokasikan dana mencapai Rp 48 juta hanya untuk kebutuhan tata rias Gubernur.

Jika dihitung per bulan, rakyat Maluku Utara membiayai polesan wajah sang gubernur sebesar Rp 4 juta.