“Bukan cuma wajahnya yang bersinar, mungkin sampai bayangannya pun terlihat cantik di layar HP berkat polesan APBD. Ini kan keterlaluan,” sindir Uchok.

Biaya Kesehatan Rp500 Juta Setahun, Kontras dengan Fasilitas Rakyat

Belum selesai dengan soal bedak dan make-up, anggaran untuk pemeriksaan kesehatan dan perawatan pribadi juga mencengangkan. Tercatat dana mencapai Rp 500 juta per tahun atau sekitar Rp 41,6 juta per bulan.

Angka ini sangat ironis jika dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan, di mana fasilitas kesehatan di pelosok desa masih sangat terbatas dan memprihatinkan.

Lebih jauh, Uchok menyoroti latar belakang Sherly Tjoanda yang dikenal sebagai pengusaha tambang kaya raya, pemilik PT Bela Group dan PT Karya Wijaya.

“Beliau kan orang kaya, hartanya cukup buat hidup mewah sampai tujuh turunan. Tapi anehnya, untuk urusan bedak dan cek kesehatan pribadi, masih harus ‘nggantung’ sama rakyat lewat APBD,” keluhnya.

Menurutnya, dana yang seharusnya digunakan untuk menambal jalan rusak atau memperbaiki sekolah justru habis terserap hanya untuk memastikan penampilan gubernur tetap sempurna di konten-konten media sosial.

Gubernur Pencitraan Terbesar

Uchok menegaskan bahwa survei boleh saja menempatkan Sherly di posisi teratas. Namun jika realitas di lapangan masih jauh dari harapan, maka gelar tersebut terasa hampa.

“Kalau ada kategori survei ‘Gubernur dengan Anggaran Pencitraan Terbesar’, mungkin di situ beliau memang tak tertandingi. Tapi untuk kinerja yang menyentuh rakyat? Sepertinya masih perlu banyak pertanyaan,” pungkasnya.