Pemandangan haru terlihat di sepanjang jalanan kampung. Di bawah sisa hujan yang masih rintik, warga tak saling menyalahkan, melainkan bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan dan material yang berserakan. Semangat gotong royong tampak menyala terang, seolah menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan di Sukaratu tak mudah dipatahkan meski diterjang badai.

Kehadiran Serka Saian di tengah aktivitas itu menjadi pelengkap kehangatan tersebut. Warga terlihat lega dan tersenyum tulus saat berbincang dengannya. Kehadirannya memberikan rasa aman, seolah berkata: “Kalian tidak sendiri menghadapi ini.”

Bapak Eman, Ketua RW 07 yang turut mendampingi kegiatan itu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran aparat di saat seperti inilah yang menjadi bukti nyata kedekatan antara negara dan rakyatnya.

Kini, data kerusakan telah lengkap tersusun. Namun, makna di balik lembaran data itu jauh lebih besar: sebuah pesan bahwa di tengah kerasnya alam, masih ada perhatian, kepedulian, dan kasih sayang yang menjaga persaudaraan. Harapan pun menguar di hati warga Sukaratu, semoga bantuan segera datang, agar rumah-rumah itu kembali utuh, dan kehangatan keluarga segera pulih seperti sediakala.