Teropongistana.com Jakarta – Akuntabilitas Korps Adhyaksa dalam pengelolaan barang sitaan korupsi kembali mendapat sorotan tajam. Belum usai teka-teki rencana pelelangan 36 lukisan emas senilai Rp109 miliar milik terpidana kasus PT Asabri, Jimmy Sutopo, yang diduga menabrak putusan hukum, kini mencuat pertanyaan baru terkait keberadaan 14 jam tangan mewah milik terpidana yang telah dinyatakan dirampas untuk negara.

Berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 1788 PK/PID.SUS/2024, Mahkamah Agung telah mengeluarkan amar putusan yang inkrah dan berkekuatan hukum tetap. Dalam putusan tersebut, nasib barang bukti milik Jimmy Sutopo terbagi dua secara tegas: 36 lukisan emas diperintahkan untuk dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 14 jam tangan mewah resmi dirampas oleh negara.

“Barang bukti empat belas jam tangan mewah dirampas untuk negara,” ujar A. Salsabila, petugas PTSP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, saat dikonfirmasi mengenai isi putusan PK tersebut, Rabu (8/4/2026). Salinan putusan ini pun diketahui telah diterima oleh Penuntut Umum, Tumpal Pakpahan, sejak 26 Juli 2025.

Iklan

Kontradiksi Lelang Lukisan dan Misteri Arloji Kelas Wahid
Ironi penegakan hukum mencuat ketika Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI justru memperlihatkan tata kelola yang membingungkan. Di satu sisi, untuk aset lukisan emas yang jelas-jelas diperintahkan oleh pengadilan untuk dikembalikan, BPA diduga malah bersiap melakukan pelelangan. Salah satu mahakarya berjudul Family Pigs terpajang di situs resmi BPAfair.com per Rabu (13/5/2026) dengan harga pembukaan Rp760 juta.

Di sisi lain, untuk 14 jam tangan mewah yang status hukumnya sah dirampas untuk negara guna memulihkan kerugian uang rakyat, keberadaan fisiknya hingga kini justru gelap gulita tanpa transparansi.

Koleksi arloji kelas wahid yang disita penyidik Jampidsus sejak 2021 itu bukan barang sembarangan. Di dalamnya berjejer merek-merek kronograf legendaris dunia, mulai dari Patek Philippe Nautilus, Audemars Piguet, Vacheron Constantin, Breguet, Cartier, Antoine Preziuso, Hysek, Hublot, hingga sejumlah perhiasan berwujud karat tinggi.