Teropongistana.com JAKARTA – Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialisme (PERISAI) menggelar konferensi pers bertajuk “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran” di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Melalui konferensi pers tersebut, PERISAI menyerukan konsolidasi nasional guna melawan berbagai bentuk penjajahan modern serta kebijakan pemerintah yang dinilai mengancam kedaulatan rakyat dan bangsa Indonesia.
Aliansi PERISAI menilai kondisi ekonomi dan politik nasional saat ini semakin menjauh dari cita-cita kemerdekaan yang utuh. Kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dianggap gagal melindungi kepentingan rakyat, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya tekanan ekonomi di tengah masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga dinilai terlalu tunduk terhadap kepentingan geopolitik asing melalui berbagai kesepakatan internasional yang dianggap merugikan kepentingan nasional.
“Kita sedang menyaksikan bagaimana kedaulatan negara digadaikan melalui kesepakatan dagang yang eksploitatif, sementara hak-hak demokratis rakyat di dalam negeri terus direpresi,” ujar perwakilan Aliansi PERISAI dalam konferensi pers tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi PERISAI menyampaikan delapan tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:
